Vaksin Sinovac Gelombang Keempat Tiba di Indonesia

Vaksin Sinovac Gelombang Keempat Tiba di Indonesia – Batch keempat vaksin Covid-19 dari perusahaan biofarmasi China Sinovac Biotech tiba di Indonesia pada hari Selasa. Pengiriman tersebut terdiri dari 10 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk curah untuk kemudian diproses oleh perusahaan farmasi milik negara, Bio Farma. Sinovac juga mengirimkan satu juta dosis untuk overfill atau extra volume untuk mengantisipasi proses produksi di Bio Farma. “Secara total, Indonesia saat ini memiliki 28 juta dosis vaksin dan kandidat vaksin,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dalam jumpa pers yang disiarkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa.

Menurut juru bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto, batch ini merupakan bagian dari permintaan 140 juta dosis vaksin curah Sinovac untuk tahun 2021. Indonesia secara bertahap akan menerima sisa curah hingga Juli. Pengiriman vaksin curah tahun ini awalnya dijadwalkan selesai pada November. “Pengiriman tersebut menyusul pengiriman 15 juta dosis curah vaksin Sinovac bulan lalu dan 1,5 juta dosis lagi untuk overfill,” kata Bambang. Bio Farma telah mulai memproses batch sebelumnya dan menargetkan untuk memproduksi 13 juta dosis pada 11 Februari. Badan usaha milik negara itu juga akan mulai mengerjakan curah baru pada 13 Februari dengan batas waktu penyelesaian pada 20 Maret.

Semua curah olahan akan menjalani serangkaian pengujian dan pengawasan kualitas yang ketat oleh Bio Farma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Bio Farma akan mengganti nama vaksin pada kemasan dari “Coronavac” menjadi “Vaksin Covid-19”. Setiap botol juga akan berisi lebih banyak dosis. Vaksin Coronavac siap pakai tersedia dalam botol dosis tunggal dengan 40 botol untuk setiap kotak. Sebagai perbandingan, Bio Farma akan menggunakan vial 10 dosis untuk olahan curah. “Satu kotak berisi 10 vial dan dengan kata lain 100 dosis. Perbedaan kemasan tidak akan mempengaruhi kualitas vaksin, ”kata Bambang.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan lebih dari 500.000 pekerja medis dari 1,5 juta yang ditargetkan telah mendapatkan suntikan Covid-19 mereka. Sejauh ini, Komisi Nasional Pasca Imunisasi (KIPI) belum menerima laporan reaksi parah terhadap vaksin tersebut. “Melihat jumlah tenaga kesehatan yang divaksinasi dan puluhan tahun pengalaman vaksinasi, kami optimistis target 1,5 juta bisa tercapai paling lambat akhir Februari,” kata Nadia. Pemerintah akan menggunakan dosis baru untuk menyuntik pekerja layanan publik pada fase kedua peluncuran vaksin. Ada 17,4 juta pekerja layanan publik yang akan divaksinasi.
Indonesia berupaya memberikan suntikan kepada 181,5 juta orang untuk menciptakan kekebalan kawanan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *