Penceramah Islam Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Pada Usia 44 Tahun

Penceramah Islam Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia Pada Usia 44 Tahun – Pengkhotbah Muslim terkemuka Syekh Ali Jaber meninggal pada hari Kamis setelah perawatan 19 hari di rumah sakit Yarsi di Jakarta Pusat. Ulama berusia 44 tahun itu dirawat di rumah sakit pada Desember setelah mengeluh demam, batuk, dan sesak napas. Pada 29 Desember 2020, dia mengumumkan di akun media sosialnya bahwa dia dinyatakan positif COVID-19. “Saya tidak menyangka tertular virus karena saya telah melakukan tes PCR beberapa kali sebelumnya dan saya selalu mendapat hasil negatif. Saya juga tidak bertemu banyak orang [akhir-akhir ini] dan selalu berpegang pada protokol kesehatan, “kata Ali saat itu. Kondisinya memburuk tak lama setelah pengumuman. Dia kemudian dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit tempat dia dirawat sampai kematiannya.
Juru bicara rumah sakit Yarsi Elly M. Yahya mengatakan Ali telah dinyatakan bebas virus corona sebelum meninggal. “Dia sudah menjalani tes PCR beberapa hari lalu dan hasilnya negatif,” kata Elly, Kamis, seperti dilansir Kompas TV. Dia, bagaimanapun, tidak merinci penyebab kematian Ali.

Ali dimakamkan di pemakaman pribadi ulama terkemuka Yusuf Mansur di lingkungan Sekolah Islam Darul Quran di Tangerang, Banten. Anggota keluarga Ali mendesak masyarakat untuk tidak menghadiri pemakamannya untuk mencegah keramaian dan risiko penularan virus corona. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ali, mengatakan negara telah kehilangan sosok damai yang bisa mempersatukan umat (komunitas Islam). Dia adalah teman baikku. Dia [dulu] menjadi jembatan antara aspirasi umat dan pemerintah, “tulis Mahfud di akun Twitter resminya @mohmahfudmd, Kamis. Gubernur Jakarta Anies Baswedan juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ali di akun Instagram @aniesbaswedan.

“Negeri ini telah kehilangan seorang pendeta yang selalu berbagi ajaran damai,” tulis Anies, Kamis. Ali lahir di Madinah, Arab Saudi, pada 3 Februari 1976. Setelah menyelesaikan sekolah menengah, ia mengikuti jejak ayahnya untuk belajar Alquran dan menjadi imam dan penceramah di berbagai masjid di seluruh kota. Dia mulai berdakwah di Indonesia pada tahun 2008 setelah menikah dengan Umi Nadia dari Nusa Tenggara Barat. Dia diberikan kewarganegaraan Indonesia pada tahun 2012 oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ali menjadi terkenal setelah tampil di berbagai program TV nasional. Dia dikenal luas karena ajaran Islamnya yang damai.

Pada September tahun lalu, Ali diserang seorang pria saat sedang berdakwah di Masjid Falahudin Kota Bandar Lampung, Lampung. Anggota jemaat berhasil menghentikan penyerang, yang kemudian diidentifikasi sebagai Alpin Adrian yang berusia 24 tahun, dan menyerahkannya ke polisi. Ali membutuhkan 10 jahitan di bahu kirinya sebagai akibat dari insiden tersebut. Alpin diduga menyerang ulama tersebut setelah mantan ulama tersebut terpapar ideologi radikal dari media sosial. Dia didakwa berdasarkan pasal 340 dan 338 KUHP tentang percobaan pembunuhan dan penyerangan dan saat ini sedang diadili.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *